Sunday, 2 October 2016

Sawah Ekologis

Status : Draft

......

Referensi


  1. Sawah Ekologis Jamin Produksi Beras Vietnam, http://www.dw.com/id/sawah-ekologis-jamin-produksi-beras-vietnam/a-17581923http://www.dw.com/id/sawah-ekologis-jamin-produksi-beras-vietnam/a-17581923

Sunday, 14 August 2016

Saturday, 26 March 2016

Ekstraksi Senyawa Pestisida

Oleh : Tosin Glio



Ekstraksi senyawa yang mengandung pestisida dari dalam tanaman
biasanya menggunakan pelarut organik seperti etanol, metanol, aseton dan
triton. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan pelarut organik ini
biasanya efektif, namun pelarut ini sulit diperoleh dan harganya mahal.
Walaupun demikian, pelarut organik tersebut dapat diganti dengan sabun
colek atau jenis detergen lain. Berikut ini diuraikan beberapa contoh cara
membuat ekstrak bahan tumbuhan yang murah dan mudah.
Sirsak (Annona muricata)
Bahan ramuan terdiri dari 50-100 lembar daun sirsak yang ditumbuk
hingga halus dan dilarutkan dalam 5 liter air dicampur dengan 15 gram sabun
colek, kemudian diendapkan selama kurang lebih 12 jam, setelahnya larutan
disaring dengan kain halus, hasil penyaringan diencerkan dengan 50-75 liter
air, maka bahan tersebut sudah siap untuk digunakan terutama untuk
mengendalikan hama trips yang menyerang cabai.

Kemuning Culang (Aglaia odorata )
Kulit batang dan ranting kemuning culang yang telah dihaluskan
sebanyak 100 gram direbus dengan 1 liter air selama 30 menit. Cairan ini
disaring dan dapat langsung disemprotkan untuk mengendalikan ulat krop
kubis (Crocidolomia binotalis) hingga 55 %. Tumbuhan ini mengandung
senyawa rokoglamida yang mampu membunuh dan menghambat
perkembangan dan berfungsi sebagai antifidan untuk ulat krop kubis.
Campuran beberapa jenis tumbuhan
Membuat bahan insektisida nabati yang terdiri dari beberapa jenis
tumbuhan seperti daun mimba (8 kg), daun lengkuas (6kg) dan daun serai (6
kg) dicampur dan ditumbuk hingga halus kemudian diaduk dalam 20 liter air
dan direndam selama 24 jam. Keesokan harinya larutan disaring dengan kain
halus. Larutan hasil penyaringan diencerkan dengan 60 liter air sambil
dicampur dengan 20 gram sabun colek atau detergen. Hasilnya dapat
digunakan untuk mengendalikan hama serangga tanaman seluas 1 hektar.

solusi bijak tanaman anda...CATET.


Thursday, 23 July 2015

Walang Sangit (Leptocorisa oratorius)

Status : Draft
Panduan Pertanyaan :
  1. Walang sangit menyerang tanaman apa saja ?
  2. Siklus hidup walang sangit
  3. Penanganan Hama walang sangit ?
Ketika berbicara dengan orang tua istri, yang tentu saja orang tua saya juga :), "kebetulan" beliau adalah seorang petani di Tasikmalaya, belau memberi tips berikut untuk menangani Hama walang sangit :

  1. Ambil bambu, lalu lilitkan serabut kelapa di sepanjang bambu tersebut
  2. Berikan terasi ke permukaan serabut kelapa
  3. Simpan di sekitar tanaman yang ingin kita jaga
Walang Sangit, insyaAllah akan berkumpul di serabut kelapa yang sudah diberikan terasi ini.

Kemudian, pagi hari, ketika berkumpul, kita bisa menangkapnya sekaligus semuanya ..., jangan di bakar, karena Rasulullah melarang hal ini ... (membakar binatang hidup-hidup) [3]

Untuk cara penanganan lain hama ini, silahkan baca [1]  dan [2].

Referensi

  1. Walang sangit, https://id.wikipedia.org/wiki/Walang_sangit
  2. Walang Sangit Padi (Rice Seed Bugs)(Leptocorisa oratorius), http://apps.cs.ipb.ac.id/ipm/main/komoditi/detail/27
  3. Larangan Membunuh Binatang dengan Cara Membakar, http://www.konsultasisyariah.com/larangan-membunuh-binatang-dengan-cara-membakar/

Sunday, 12 July 2015

Pengendalian Hama Tikus Secara Terpadu

Status : Draft
Panduan Pertanyaan :

  1. Siklus hidup tikus ?
  2. Bagaimana mengendalikan hama tikus secara terpadu ?
Ketika mudik ke kampung halaman pada akhir Ramadhan 2015, mendapat kabar dari orang tua istri, kalau banyak sawah-sawah di Kabupaten Tasikmalaya yang diserang oleh hama tikus.  Setelah menelusuri informasi di Internet ternyata benar adanya, sudah ratusan hektar sawah yang diserang oleh hama tikus [2][3].

Hama Tikus , Sumber [2]
Bagaimana cara menangani hama tikus ini ? Kalau membaca beberapa berita [2][3], yang disarankan kepada petani adalah dengan menebarkan racun tikus dan belerang agar pernafasan tikus tidak bisa bergerak.

Tetapi, baca sekilas, ada yg berpendapat cara terbaik mencegah hama tikus adalah dengan trap barrier system.

Terpikir, dengan mina padi, apa budidaya secara mina padi [5], seperti yg dilakukan di Bantul ini bebas dari hama tikus ?

insyaAllah, ini akan coba kita pelajari lebih jauh lagi nanti.

Referensi




Wednesday, 27 August 2014

Hama Thrips dan Aphid


Tanaman Daun Selederi yang terserang hama Aphids

Ketika men-share tulisan [1] untuk mengatasi Hama Aphid, Pak Sentanu memberikan komentar :
Pake biji sirsak saja, biji sirsak segar ditumbuk dan direndam air 1:1 minimal 24 jam, diendapkan. Saring dan jika terlalu pekat boleh diencerkan. Ramuan ini sangat efektif juga untuk mengendalikan hama trips.
Pak  Rusdy Hidyatmojo, di BBQ memberikan tips :
Untuk yang macam itu Saya biasa pake larutan puntung rokok Om, 2 x semprot mati kering.....
Pak  Rusdy Hidyatmojo juga memberikan hipotesis sebagai berikut : 


1. Kutu diternak oleh semut untuk diambil gulanya. 2. Makanan kutu adalah gula + protein hewani. Hipotesisnya, jika gula melimpah maka kutu akan dianggap protein hewani sehingga akan dimakan sendiri oleh semut. Caranya: sediakan larutan gula disekitar kutu daun, bisa disemprotkan atau dgn cara lain.
Kang Fariz di BBQ memberi nasihat :
Kalo saya sih masih setia dengan ramuan 5 siung bwg putih, 5 siung bwg merah, 10 buah cabe rawit, 1 sendok teh listerin, 1 sendok teh sunlight, dicampur 2 liter air bersih, dicampur lalu saring dan diambil air nya, sejauh ini trips dan apids pada gosong
Sedangkan Pakdhe Stephanus Nanang Dwianto masih di BBQ memberikan resep :
Kalo resep saya, tembakau, daun sirsat, daun tomat, cabe rawit merah, daun tomat, daun sirih merah & hijau, daun pepaya, daun mindi, bawang putih, semua dikira2 saja, direbus sampai mendidih, didinginkan satu malam, trus disaring... bisa digunakan kapanpun kita mau, semakin lama disimpan baunya semakin menyengat tapi kasiat tetep sama itu dari pengalaman saya... Jadi buat sekali untuk beberapa bulan...
Kang Ihsan Alfalah memberi nasihat :

kalo aphid mah pake insektisida bahan abamektin aja mati


Layak untuk di coba.

Referensi

  1. All About Aphids, and How to Kill Them, http://www.gardeningchannel.com/all-about-aphid-control/