Saturday, 26 March 2016

Ekstraksi Senyawa Pestisida

Oleh : Tosin Glio



Ekstraksi senyawa yang mengandung pestisida dari dalam tanaman
biasanya menggunakan pelarut organik seperti etanol, metanol, aseton dan
triton. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan pelarut organik ini
biasanya efektif, namun pelarut ini sulit diperoleh dan harganya mahal.
Walaupun demikian, pelarut organik tersebut dapat diganti dengan sabun
colek atau jenis detergen lain. Berikut ini diuraikan beberapa contoh cara
membuat ekstrak bahan tumbuhan yang murah dan mudah.
Sirsak (Annona muricata)
Bahan ramuan terdiri dari 50-100 lembar daun sirsak yang ditumbuk
hingga halus dan dilarutkan dalam 5 liter air dicampur dengan 15 gram sabun
colek, kemudian diendapkan selama kurang lebih 12 jam, setelahnya larutan
disaring dengan kain halus, hasil penyaringan diencerkan dengan 50-75 liter
air, maka bahan tersebut sudah siap untuk digunakan terutama untuk
mengendalikan hama trips yang menyerang cabai.

Kemuning Culang (Aglaia odorata )
Kulit batang dan ranting kemuning culang yang telah dihaluskan
sebanyak 100 gram direbus dengan 1 liter air selama 30 menit. Cairan ini
disaring dan dapat langsung disemprotkan untuk mengendalikan ulat krop
kubis (Crocidolomia binotalis) hingga 55 %. Tumbuhan ini mengandung
senyawa rokoglamida yang mampu membunuh dan menghambat
perkembangan dan berfungsi sebagai antifidan untuk ulat krop kubis.
Campuran beberapa jenis tumbuhan
Membuat bahan insektisida nabati yang terdiri dari beberapa jenis
tumbuhan seperti daun mimba (8 kg), daun lengkuas (6kg) dan daun serai (6
kg) dicampur dan ditumbuk hingga halus kemudian diaduk dalam 20 liter air
dan direndam selama 24 jam. Keesokan harinya larutan disaring dengan kain
halus. Larutan hasil penyaringan diencerkan dengan 60 liter air sambil
dicampur dengan 20 gram sabun colek atau detergen. Hasilnya dapat
digunakan untuk mengendalikan hama serangga tanaman seluas 1 hektar.

solusi bijak tanaman anda...CATET.